Get your free and exclusive +30-page Authentication Analytics Whitepaper
Back to Overview

Mengapa WebView di aplikasi seluler menjadi tantangan bagi passkey?

Pelajari mengapa WebView di aplikasi seluler menimbulkan tantangan bagi passkey dan cara mengatasi masalah ini selama implementasi.

Vincent Delitz
Vincent Delitz

Created: July 1, 2025

Updated: April 14, 2026

Mengapa WebView di aplikasi seluler menjadi tantangan bagi passkey?

See the original FAQ version in English here.

Mengapa WebView di aplikasi seluler menjadi tantangan bagi passkey?#

WebView, yang sering digunakan di aplikasi seluler untuk menampilkan konten web, memberikan tantangan tersendiri saat kita mengimplementasikan passkey. Tantangan ini muncul karena terbatasnya dukungan untuk fitur WebAuthn di berbagai lingkungan WebView.

Tantangan Utama WebView untuk Passkey#

1. Dukungan WebAuthn yang Terbatas#

  • Banyak WebView tidak memiliki dukungan penuh untuk API WebAuthn, sehingga sulit untuk mengaktifkan fungsionalitas passkey.
  • Browser native seperti Chrome atau Safari biasanya lebih siap mendukung passkey dibandingkan WebView. Sebagai alternatif, kita bisa melakukan implementasi passkey secara native di aplikasi iOS atau Android.

2. Implementasi yang Tidak Konsisten#

Kemampuan WebView berbeda-beda tergantung platform dan versinya:

  • WKWebView di iOS menawarkan dukungan yang lebih baik, tetapi mungkin masih kekurangan beberapa fitur utama WebAuthn.
  • Implementasi WebView di Android sering kali kurang konsisten dan mungkin memerlukan konfigurasi khusus.
PasskeyAssessment Icon

Get a free passkey assessment in 15 minutes.

Book free consultation

3. Batasan Keamanan#

  • WebView sering kali memiliki lingkungan yang membatasi akses ke authenticator lokal, seperti Face ID, Touch ID, atau sistem biometrik serupa di Android.
  • Hal ini bisa menghambat proses pembuatan passkey atau penggunaan yang mulus di dalam aplikasi.

4. Masalah Pengalaman Pengguna (UX)#

Jika passkey tidak berfungsi di WebView, pengguna mungkin harus beralih ke browser atau aplikasi eksternal untuk autentikasi, yang mana mengganggu alur login. Biasanya, UX passkey terbaik bisa dicapai jika kita menggunakan implementasi native dari passkey di framework pengembangan aplikasi iOS atau Android masing-masing (misalnya Kotlin, Swift).

WhitepaperEnterprise Icon

+70-page Enterprise Passkey Whitepaper:
Learn how leaders get +80% passkey adoption. Trusted by Rakuten, Klarna & Oracle

Get free Whitepaper

Strategi Menghadapi Tantangan WebView#

  1. Uji Kompatibilitas WebView:
    • Gunakan data dari State of Passkeys untuk mengetahui batasan-batasan WebView.
    • Evaluasi tipe WebView spesifik (misalnya, WKWebView vs. Android WebView) yang digunakan di aplikasi.
StateOfPasskeys Icon

Want to find out how many people use passkeys?

View Adoption Data
  1. Opsi Cadangan (Fallback):

    • Arahkan pengguna ke browser native untuk autentikasi jika dukungan WebView tidak memadai.
    • Pertahankan metode MFA alternatif selama fase transisi.
  2. Dorong Implementasi Native: Sebisa mungkin, gunakan komponen aplikasi native untuk fungsionalitas passkey ketimbang bergantung pada WebView.

  3. Kerja Sama dengan Vendor: Berkolaborasilah dengan penyedia WebView dan platform untuk mendorong dukungan WebAuthn yang lebih baik di pembaruan mendatang.

Kesimpulan#

WebView memberikan tantangan yang cukup besar bagi passkey karena dukungan WebAuthn yang terbatas dan batasan keamanan. Dengan memahami batasan ini dan menerapkan strategi seperti opsi fallback serta komponen aplikasi native, kita bisa memastikan peluncuran passkey berjalan lebih lancar.

Baca artikel selengkapnya#

See what's really happening in your passkey rollout.

Explore the Console

Share this article


LinkedInTwitterFacebook